Tarawih Keliling, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Bawa Gerobak Makanan. Hasilnya, Masjid pun Penuh
PURWAKARTA, headlinejabar.com
Satu kebiasaan rutin dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dalam acara salat Tarawih keliling di beberapa daerah biasanya berlangsung kaku dan penuh peraturan protokoler. Namun bupati yang tengah menjalani masa jabatan untuk periode kedua ini lebih memilih salat Tarawih keliling dengan membawa serta gerobak makanan.
Seperti yang dia lakukan Selasa (7/6/2016) malam kemarin di Kampung Pareang Kiarapedes Purwakarta, Jawa Barat. Dedi membawa gerobak mie ayam, agar dapat dinikmati oleh seluruh jamaah masjid setempat, sehabis menjalankan ibadah salat Tarawih.
Saat ditemui dirumah dinasnya di Jl Gandanegara No 25 Rabu (8/6/2016), Dedi mengungkapkan, semenjak dirinya menjabat sebagai bupati tidak pernah membuat konsep formal untuk Tarawih keliling. Bahkan dia mengaku sudah tidak bisa mengingat lagi berapa jenis makanan yang pernah dia bawa untuk Tarawih keliling kampung.
“Berkunjung ke desa itu lebih enak dadakan. Sambil ngabuburit menunggu buka puasa kita sudah ada di sana. Kemudian setelah salat tarawih mereka semua bisa menikmati makanan yang kita sajikan di halaman masjid,” jelas Dedi.
Khusus untuk tadi malam Dedi membawa Gerobak Mie Ayam dengan kapasitas 500 porsi ke Kampung Pareang Kiara Pedes Purwakarta. Tak butuh lama untuk mengosongkan gerobak tersebut karena setelah salat tarawih gerobak itu diserbu warga dan anak-anak.
“Syaratnya tarawihnya harus sampai selesai, 23 Rakaat dengan salat witir dan doa. Baru boleh dapat satu box mie ayam,” ujar bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini.
Kang Dedi menilai cara ini sangat efektif untuk menjadikan mesjid agar penuh oleh jama’ah terutama anak-anak. Melalui cara ini dia juga menyebut tidak perlu membebankan kepada pihak desa agar menyediakan konsumsi untuk dirinya karena dia membawa makanan sendiri bahkan satu gerobak.
“Anak-anak jadi mau ke mesjid. Karena target utamanya menanamkan pendidikan kepada anak maka mereka kan senangnya dikasih hadiah. Nak ok kita beri hadiah tapi salat tarawih dulu sampai selesai,” pungkas Dedi.(*)
Editor : Dicky Zulkifly


