Ekonomi

Cicipi Rasa Khas Maranggi Haji Dudung

×

Cicipi Rasa Khas Maranggi Haji Dudung

Sebarkan artikel ini

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Maranggi Haji Dudung, bagi warga Kabupaten Purwakarta mungkin sudah tak asing lagi. Warung Sate Maranggi yang berada di Kampung Cikubang Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes itu, berdiri sejak tahun 70-an. Dikenal juga dengan sebutan Maranggi Garokgek.

Kini, generasi ketiga Maranggi Haji Dudung itu, telah mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di Jalan Terusan Kapten Halim. Tepatnya di Kampung Babakan Jati Desa Paswahan Kidul, Kecamatan Pasawahan.

“Mohon doa dan dukungannya, dengan resep khas Maranggi Cikubang kita menyapa warga Purwakarta di Pasawahanm Mudah-mudahan warung kita bisa menambah khasanah kuliner yang sudah lebih dulu ada,” kata Owner Maranggi Haji Dudung Cikubang, Sudirman (48), Sabtu (4/3/2017).

Baca Juga  Bupati Purwakarta Jalankan Konsep Pembangunan Berimplikasi Ekonomi

Foto : Tepatnya di Kampung Babakan Jati Desa Paswahan Kidul, Kecamatan Pasawahan.

Menurut Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukamulya selama dua periode itu, rasa maranggi resep turun temurun dari orang tuanya itu unik, lezat, kaya akan rempah-rempah khas Indonesia membuat sate maranggi buatannya agak berbeda dengan yang lainnya, dan menjadikannya disukai banyak orang.

Baca Juga  Majelis Taklim Gerakkan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Sebagai sajian, tambah Kang Dirman, begitu dia biasa disapa, maranggi Cikubang memang khas dan berbeda dengan sate lainnya. Rendaman bumbu seperti jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit, cuka dan gula merah membuat cita rasa sate maranggi komplet, tanpa perlu bumbu pendamping lain, seperti bumbu kacang untuk menambah kaya cita rasa. 

“Maranggi ini cukup disajikan dengan kecap manis yang dicampur sedikit sambal tomat pedas,” tuturnya.

Baca Juga  Merger IOH Baik untuk Industri dan Indonesia

Sebenarnya, tambah Kang Dirman, dari segi pengolahan, bahan dasar maranggi di Purwakarta tidak terlalu banyak perbedaannya. Hanya saja mungkin pada cara penyajian dan bahan sambalnya.

“Selain maranggi dan sop dari daging kambing dan sapi lokal, kita juga menyediakan kuliner lain sesuai pesanan. Seperti; ayam goreng, ayam bakar, ikan goreng dan ikan bakar berbagai jenis. Soal harga relatip murah; harga bersainglah. Kita buka mulai jam 9 pagi setiap harinya,” demikian Kang Dirman.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY