GAS GERTAK Nyatakan Sikap Tolak Komunis dan Penjajah

Foto : Perangi komunis Gabungan Pesilat dan Ormas berdeklarasi

SUKABUMI, HeadlineJabar.com
Ratusan masyarakat yang tergabungan dalam Pesilat dan gerakan Rakyat Anti Komunis (GAS GERTAK) menyatakan sikap menolak kembali adanya gerakan komunis di Indonesia. Pernyataan tersebut dilontarkan melalui deklarasi GAS GERTAK di GOR MERDEKA Kota Sukabumi, Minggu (6/12/2105) belum lama ini.

“Kami para pendekar silat di Sukabumi mendeklarasikan GAS Gertak, kami
siap menjadi garda terdepan untuk ikut mengamankan keutuhan NKRI, Pancasila dan Undang-Undang 45 dari tangan penjajah dan komunis,” Jelas Fajar Laksana guru besar Perguruan Silat Maung Bodas di Sukabumi Usai deklarasi.

Fajar  melihat, menurutnya  kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan
sudah tampak perpecahan di Negara kita akibat masuknya faham – faham asing yang berlawanan dengan amat Undang – Undang 45.

“Kami juga menyatakan
sikap anti komunis dan penjajah untuk menjaga stabilitas nasional.
Indikasinya sudah jelas  adanya amandemen UU 45 kita tidak lagi mempunyai kepemipinan Negara kita dipecah belah,” Jelasnya.

Selain itu, Sudah banyak orang dengan bangga menyatakan dengan jelas
dirinya itu komunis tapi dibiarkan dengan gamblang berpidato di media
televisi bahkan atribut komunis mulai bermunculan.  Ini sudah melanggar Tap
MPR dan Undang – undang 45 yang menyatakan pelarangan komunis ini jelas melanggar dan harus ditindak tegas.

Sejarah G30 S PKI sudah tidak lagi ditayangkan  bahkan sudah ada pelarangan dipelajari disekolah, jelas ini membalikan fakta sejarah dengan berusaha keras mengadakan rekonsolidasi jelas ini menyalahi.

“kita sebagai warga
Negara yang masih cinta kepada Negara harus bangkit dan memerangi penjajah dan komunis dengan membangun Negara seperti yang diwariskan oleh para tokoh
dan pejuang kita terdahulu khususnya umat islam dinegara kita,”  Pungkasnya.

Ada 5 point Isi deklrasi yaitu Siap menjaga Kemanan dan keutuhan NKRI,
Menjaga Pancasila, UUD 45 dan TAPS MPRS N0 XXV/MPRS/1996 tentang pelarangan PKI, menolak dalam bentuk apapun gerakan komunis di Indonesia, menoalk dlam bentuk apapun campur tangan asing menjajah Negara Indonesia dan mendukung gerakan anti komunis dan anti penjajahan.

Dalam deklarasi GAS GERTAK  tampak hadir oleh Mantan Staf Panglima AD
Brigjen (Purn) Adityawarman Toha, perwakilan IPSI Pusat Fauka, PUI,
 perguruan silat dan pasantren di Sukabumi dan sejumlah Ormas.(rie)