Pembangunan Mega Proyek Pasar Pelita Sukabumi Dimulai

Foto : Muraz berharap dengan pemasangan ground breaking itu, maka pembangunan mega proyek yang sangat ditunggu-tunggu itu bisa terus berlanjut. Sehingga, pada akhir Desember 2017 nanti.

SUKABUMI, headlinejabar.com

Pemasangan ground breaking alias tiang pancang, kemarin, mengawali pembangunan Pasar Pelita, Kota Sukabumi, yang sempat terkatung-katung akibat berbagai kendala teknis. Dengan begitu, bisa dipastikan pembangunan Pasar Pelita yang diperkirakan menelan biaya hampir Rp360 miliar itu mulai akan berjalan sesuai rencana.

“Kendala dalam proses pembangunannya di luar kuasa kita. Direktur PT Anugerah Kencana Abadi sebagai rekanan konsorsium, meninggal dunia sehingga proses yang lain terhambat,” kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz kepada wartawan seusai menghadiri acara ground breaking Pasar Pelita, kemarin.

Selain terkendala konsolidasi internal di PT Anugerah Kencana Abadi, juga berkaitan dengan belum keluarnya analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari Provinsi Jawa Barat. Baru beberapa pekan ini Amdal dari Provinsi Jabar diterbitkan.

“Sekarang semua kendala itu sudah selesai dan Pasar Pelita siap dibangun,” tutur orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu.

Muraz berharap dengan pemasangan ground breaking itu, maka pembangunan mega proyek yang sangat ditunggu-tunggu itu bisa terus berlanjut. Sehingga, pada akhir Desember 2017 nanti, Pasar Pelita sudah siap dioperasikan sesuai dengan site plan yang disosialisasikan kepada para pedagang.

“Untuk pengawasannya kami sudah membentuk tim,” tukas Muraz.

Sesuai rencana, Pasar Pelita akan dibangun sebanyak enam lantai. Kapasitasnya bisa menampung lebih dari 4 ribu pedagang. Pengelolaannya menggunakan sistem build operate and transfer (BOT). Artinya, dalam jangka waktu 25 tahun pihak pengembang akan mengelola pasar tersebut sebelum akhirnya diserahkan kepada Pemkot Sukabumi.

“Kios yang disiapkan sebanyak 4 ribu lebih. Jadi pedagang nantinya tak perlu khawatir tak bisa ditampung di Pasar Pelita. Dari catatan kami, jumlah pedagang lama yang terdata sebanyak 750-an dan untuk PKL sebanyak 2.000-an. Jadi kalau ditotal sekitar 2.750-an. Kita prioritaskan pedagang dan PKL yang lama. Sehingga, masih banyak kios yang masih bisa ditempati,”

Imbuhnya. Untuk harga kios yang ditawarkan, lanjut Muraz, PT Anugerah Kencana Abadi sudah berkoordinasi dengan pihak perbankan. Muraz berharap program kredit usaha rakyat (KUR) bisa meringankan biaya cicilan bangunan kios bagi pedagang.

“Nanti pihak perbankan bisa menyosialisasikannya kepada pedagang,” tambahnya. Direktur Utama PT Anugerah Kencana Abadi, Alexander S Sugita, mengaku akan mengusahkan pembangunan Pasar Pelita tepat waktu. Artinya, dengan sisa waktu sekitar dua tahun, pembangunan Pasar Pelita sebanyak enam lantai bisa diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan. “Kita akan membangun sebanyak enam lantai, termasuk untuk bioskop dan food court. Kalau hotel tidak masuk dalam perencanaan,” terang Alexander, kemarin.

Dia tak memungkiri sempat terjadi kendala di internal perusahaan pascameninggalnya direktur utama beberapa waktu lalu. Akibatnya, perlu ada proses konsolidasi di internal, seperti penggantian direktur utama, pencarian dana, dan hal-hal teknis lainnya. “Sekarang Amdal dan IMB-nya sudah selesai. Tapi, kita sangat berharap kepada Pemkot Sukabumi agar para pedagang yang masih berjualan di luar Pasar Pelita bisa ditempatkan ke dalam. Kami akan memberikan kemudahan dari sisi perbankan, karena sudah ada perjanjian awal soal harga sekitar satu tahun lalu antara PT AKA dan pedagang,” pungkasnya.(rir/dzi)