Purwakarta Raih Indeks Kepuasan Masyarakat Tertinggi di Jawa Barat

Foto : Gapura (Malati Sapasi) Indung Rahayu di Ciganea Purwakarta sebagai ikon kedaerahan

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang merupakan daerah terkecil di Jawa Barat ternyata sarat prestasi. Tak hanya mendapat sejumlah penghargaan di tingkat nasional, kini Pemkab Purwakarta juga dapat disandingkan dengan kota besar di Jawa Barat seperti Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Sukabumi dan kabupaten kota lainnya.

Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Publik Pusat Studi Politik
dan Keamanan (PSPK) dan Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Universitas Padjadjaran, Kabupaten Purwakarta, bersama Kota Sukabumi dan Kabupaten Pangandaran tercatat memiliki Indeks Kepuasan Masyarakat tertinggi di Jawa Barat.

Dari nilai skor Sukabumi mendapatkan skor 100 persen Pangandaran 94,15 persen dan Purwakarta 93, 71 persen.
Dalam persentase tersebut terlihat jika purwakartaberada di atas Kota
Bandung dan Kota Bogor juga Kabupaten/Kota besar lainnya di Jawa Barat.

Oleh karenanya, kinerja pemerintahan Purwakarta dan dua daerahtersebut jauh melampaui daerah-daerah yang lebih populer dan secara aksesibilitas lebih baik. Daerah-daerah populer tersebut antara lain Kota Bogor (87.69) persen, Kota Bandung (75.74) persen, Kota Bekasi (51.26) persen, dan Kota Depok (37.27) persen.

Ada enam dimensi yang dijadikan acuan kepuasanpublik dalam survei
ini. Dimensi kepemimpinan, pelayanan dasar, infrastruktur, pengelolaan sumber daya, penerapan regulasi dan pengelolaan anggaran. Secara umum, masyarakat Jawa Barat menilai bahwa infrastruktur adalah dimensi
palingbaik yang diwujudkan oleh pemimpin daerahnya.

Dari dimensi infrastruktur, Kota Banjar dan Kabupaten Purwakarta
tercatatpaling unggul. Keduanya mendapat skor 3.59 persen, jauh
mengungguli Kota Bogor 3.46persen, Kota Bandung 3.30 persen dan Kota
Depok 3.09 persen.

DalamĀ  urusan pengelolaan sumber daya Kota Sukabumi 3.45 persen,
KabupatenPurwakarta 3.38 persen dan Kota Tasikmalaya mendapatkan skor terbaik dengannilai dan 3.35 persen. Dalam dimensi pengelolaan
Anggaran, KabupatenPangandaran (3.47) persen, Kota Sukabumi (3.46)
persen, dan KabupatenPurwakarta (3.40) persen dan kembali unggul dari kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Di bidang pelayanan dasar Kabupaten Pangandaran, Kota Sukabumi, Kota Banjar, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Tasikmalaya adalah lima besar dengan skor antara 3.57 persen sampai 3.36 persen. Untuk dimensi penerapan regulasi, Kota Banjarunggul dengan skor 3.45 persen disusul dengan Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Purwakarta dengan
skor sama 3.42 persen.

Menanggapi hasil survei ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan akan memperbaiki seluruh kekurangan dalam enam dimensi yang dijadikan
acuan kepuasan publik tersebut.

“Sehingga pada 2016, kinerja
pemerintahan KabupatenPurwakarta menjadi yang terbaik,” kata Dedi.

Survei yang menggunakan desain two ways stratification sampling ini
melakukanpenggalian data lapangan pada 15-31 Oktober 2015, dengan data valid sebanyak 2.445 responden. Adapun margin of errori-nya sebesar 2 persen.

Sementara itu, Kang Emil sapaan akrab Walikota Bandung Ridwan Kamil harus puas menempati peringkat kedua pada dimensi kepemimpinan dengan
mendapatkan nilai 3.67 persen. Sedangkan, peringkat pertamapada
dimensi kepemimpinan tersebut diraih Walikota Sukabumi, Mohamad Miraz dengan memperoleh skor 3.69 persen.

Dan, Walikota Bogor Arya Bima harus puas berada diPosisi ketiga dengan perolehan persentase sebesar 3.66 persen. Disusul pada posisi berikutnya yakni peringkat ke empat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan perolehan nilai 3.49 persen.(ays)