Kaum Ibu Kepo, Tanyakan Larangan Poligami di Golkar Jabar

Foto : Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Desa Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (26/2/2018).

BEKASI, headlinejabar.com

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Desa Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (26/2/2018).

Warga setempat terutama kaum ibu memanfaatkan kunjungan tersebut untuk bertanya tentang larangan poligami di DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Nida (35) merupakan salah satu warga yang mempertanyakan kebijakan tersebut. Dia bertanya tentang latar belakang pemberlakuan aturan baru dan ‘nyeleneh’ itu.

“Kang itu kenapa sih katanya caleg dari Partai Golkar gak boleh menikah lagi?. Saya mah penasaran, pengen denger langsung dari Kang Dedi,” kata ibu dua anak ini.

Dedi menjawab pertanyaan tersebut dengan elegan. Ia mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan dalam rangka penghormatan terhadap kaum ibu.

Biasanya, istri pertama berjuang membangun kondisi ekonomi yang mapan. Menurut Dedi, perjuangan istri pertama itu harus dihargai. Apalagi, jika sebuah rumah tangga sudah mengalami kesuksesan.

“Iya bener bu, masa pas susah sama istri tua, terus pas berhasil malah nikah lagi,” jelasnya.

Jawaban dari pria yang selalu lekat dengan iket Sunda berwarna putih itu mampu dipahami oleh warga. Kaum ibu tampak manggut-manggut atas penjelasan yang disampaikan dalam suasana santai tersebut.

“Oh, jadi begitu, kalau gitu mah kami dukung kang,” singkat Nida bersama para ibu yang lain.

Enah (40), salah seorang warga yang lain bahkan mengaku siap mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut di daerah. Dia mengatakan siap melaporkan secara langsung kepada Dedi Mulyadi jika di daerahnya terhadap pelanggaran terhadap kebijakan tersebut.

“Kalau gitu mah kang, kalau misalkan disini ada pelanggaran saya mah mau lapor saja ke akang,” katanya.

Antusiasme warga itu disambut oleh Dedi Mulyadi. Pria yang memang dikenal membumi dan merakyat itu mengatakan kanal komunikasi selalu dia buka melalui akun sosial media miliknya.

Karena itu, imbaunya, warga tidak perlu segan jika menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh kader Partai Golkar dimanapun.

“Iya, lapor saja bu, inbox ke saya,” ujarnya.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Jawa Barat menentukan prasyarat berupa kesanggupan untuk tidak menikah lagi jika terpilih menjadi anggota parlemen. Akan tetapi, prasyarat ini dapat gugur apabila istri seorang caleg diketahui meninggal atau kabur.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY